Senin, 14 Januari 2019

Contoh Analisis Hubungan Antar Kelompok Dalam Masyarakat


HASIL ANALISIS
TUGAS SOSIOLOGI TENTANG HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT
Oleh : Ulfatul Khoolidah - XII IPS 1 - 34

Kelompok masyarakat Desa Majapura RT. 03⁄05 atau (yang disebut “kelompok 1”) dengan masyarakat RT. 02⁄06 (yang disebut “kelompok 2”) mempunyai hubungan antar kelompok yang kuat dengan karakteristik masing-masing kelompok yang berbeda. Ditinjau dari dimensi atau sudut pandang sejarah, masyarakat pada kelompok 1 mempunyai jumlah penduduk tua lebih banyak dari penduduk muda. Sedangkan pada kelompok 2 berkebalikannya. Sehingga dapat terlihat jelas adanya sifat yang berbeda antar kelompok tersebut.
Dalam kelompok 1 terdapat adanya stratifikasi usia, dimana orang yang lebih tua mempunyai kedudukan yang lebih tinggi; segala pemikiran bertumpu padanya; adanya kekuasaan dan prestise menjadi sebuah hak yang istimewa. Selain itu, terdapat stratifikasi jenis kelamin dimana dalam kelompok pergaulannya saling terpisah antara laki-laki dan perempuan. Keduanya masih terjadi hingga sekarang.
Tidak hanya itu, dalam dimensi sikap terlihat adanya stereotype dan prasangka. Selalu berprasangka ketika ada anggota kelompoknya atau masyarakatnya yang perilakunya dirasa tidak sesuai dengan mereka; dan adanya anggota baru yang masuk ke dalam kelompoknya. Sebagai contoh ketika ada sebuah keluarga jauh berpindah menempati tanah di Majapura, RT, 03⁄05 akan banyak prasangka jika sikap dan perilaku keluarga tersebut dirasa tidak sesuai sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi.
Dalam dimensi perilaku, jika ada hal yang tidak sesuai maka mereka akan memberikan jarak sosial yang tampak seperti pengucilan pada keluarganya. Hak istimewa di dalam kekuasaan dan prestise memunculkan perilaku diskriminasi dimana adanya strata yang dirasa tertinggi dan berpangkat.
Berbanding terbalik ketika dalam kelompok 2. Di stratifikasi usia, pemuda yang mendominasi. Sehingga tercipta keterikatan yang kuat, saling menghargai dan menghormati, segala pemikiran untuk kebaikan bersama, tidak terlalu mementingkan kekuasaan. Untuk stratifikasi jenis kelamin pun ada, tetapi tidak menonjol karena pada dasarnya mereka saling bercampur untuk hasil bersama.
Dimensi sikap pada kelompok 2 terutama mengenai prasangka masih ada namun hanya terbatas di kalangan orang tua. Ketika ada anggota baru yang masuk di kelompoknya mereka menerima dengan toleransi bahkan mengenalkan identitas kelompoknya kepada anggota atau keluarga yang baru menempati ke wilayah Majapura RT. 02⁄06.
Pada dimensi perilaku, mengenai hal yang tidak sesuai maka mereka akan memberikan jarak sosial sebatas pada individu yang dituju sekali lagi pun terbatas pada kalangan orang tua. Hak istimewa dan prestise tidak dirasa penting dalam kelompok ini.
Pola hubungan yang terjadi diantara kedua kelompok tersebut adalah akulturasi. Dimana mereka bersatu dalam Donatur Masjid Baitul Muttaqien, satu kawasan Nadhatul Ulama, hingga kebiasaan membersihkan kuburan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Terakhir, pola hubungannya yaitu integrasi. Dimana mereka saling hidup berdampingan, timbale balik dengan memberikan toleransi kepada sesame meskipun berbeda. Contohnya ketika acara malam memperingati hari kemerdekaan. Di kelompok 1 melakukan syukuran dengan tahlil dan makan bersama dengan setiap anggota keluarga hadir. Sedangkan pada kelompok 2 merayakan dengan membuat panggung, acara perlombaan, dan door prise yang juga dihadiri oleh setiap anggota keluarga hingga tengah malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar