Jumat, 27 Maret 2020

Cerpen Triya Damayanti "DATE AND MONTH"


DATE AND MONTH
Koridor sekolah yang gelap tampak sepi belum terlihat siswa yang lalu lalang. Pagi itu terasa tak terlihat seperti biasany, hujan membuat suasana kelas hening tanpa suara gaduh dari anak-anak yang sibuk menyalin tugas. Ini adalah hari dimana seluruh tugas Biologi harus dikumpulkan, akan adanya ulangan Matematika dan presentasi tentang pembuatan majalah, dan ini tersasa berat  karena harus dikerjakan  dalam satu waktu.
            Jarum jam menunjukan pukul 07:00 itu tandanya dimana seorang guru dengan buku-buku ditangan kanannya akan siap digunakan untuk pelajaran. Bu Lastri merupakan  guru Kimia yang siap mengajarkan  dengan rinci dan dijamin tak ada yang bersuara saat pelajaran berlangsung, kecuali kalau ditanya baru dijawab. Bel istirahat telah berbunyi itu tandanya pelajaran telah selesai dan siswa akan meneyerbu kantin dengan  gerak cepat. “ Woyy…diem aja lo, kenapa si ?kantin yuk laper nih gue pengin makan.” tanya Sarah  “ Gue si mau makan asal lo yang bayarin  gue ya hahaha..” jawab  Reva “ Iya udah gue bayarin tapi besok lo juga harus traktir gue juga ya hehe…”  “ Itu si namanya gue bayar sendiri, udah lah ayukk ke kantin nanti gue bayar sendiri aja eh.” jawab Reva .
            Mereka berdua pergi menuju kantin, Sarah yang memesan roti bakar dan susu cokelat dan Reva hanya memesan es teh manis. “ Katanya mau makan kok cuma minum es teh aja si Re” tanya Sarah     Iya cuma lagi pengin minum aja enggak pengin makan” jawab Reva. Ketika mereka sedang bercanda tiba-tiba ponsel Reva bergetar dan itu adalah notif dimana 3 hari lagi dia akan berulang tahun untuk yang ke-17. Reva terdiam  saat melihat ponsel yang masih ia gengam “ Dari siapa si, kok muka lo langsung berubah gitu” tanya Sarah “ Ohh bukan dari siapa-siapa tadi cuma alarm yang lupa gue matiin hehe..” jawab Reva “ Gila lo ya alarm kok jam 10 pagi, sadar lo kan anak cewek masa bangun siang amat nanti rejeki lo dipatok ayam tuh hahah..” kata Sarah  “ Kenapa jadi ngomong gitu si engga nayambung deh, udah yuk ke kelas bentar lagi masuk tahu” jawab Reva dengan meninggalkan Sarah .
            Menjelang malam hari Reva kembali melihat ponselnya dan membuka memo tentang 3 hari lagi dia akan bertambah dewasa, sudah 17 tahun dia hidup di bumi dan dia masih penasaran dengan siapa yang memiliki tanggal lahir yang sama dengan dirinya. Selama dia bersekolah dasar, SMP hingga SMA dia belum pernah menemukan seseorang yang meiliki tanggal lahir yang sama dengan dirinya.

 Terkadang dia bercanda pada dirinya sendiri, kalau dia bertemu  dengan seseorang yang memiliki tanggal lahir yang sama  maka Reva akan jadikan sahabatnya kalau dia perempua tapi kalau dia laki-laki maka dia jadikan pendampingnya kelak, itu kalau mau kalau  tidak mau juga tidak apa-apa hehehe… Tapi Reva tak pernah berharap lebih tentang itu karena dia akan tetap bersyukur jika Tuhan hanya mengijinkan  hanya sebatas teman.
            Malam semakin larut dia segera merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang empuk  karena besok dia harus menyiapkan fisik yang kuat untuk melaksanakan bimbingan belajar  mapel UN  yang sudah mulai harus dipersiapkan. Saat matahari mulai menampakan sinarnya Reva belum terbangun dari tidurnya “ Reva bangun sayang ini  udah siang nanti kamu telat” kata Bunda “ Iya Bunda ini juga udah bangun kok” jawab Reva “ Iya sudah Bunda tunggu kamu di ruang makan  iya sayang”  “ Iya Bunda …” jawab Reva .
            Dengan gerak cepat Reva selalu berangkat lebih awal dari ayah dan kakanya  yang bekerja. Saat di sekolah ada sesuatu yang aneh dengan Sarah  teman sebangkunya  yang mendadak diam seribu bahasa dan  menjengkelkan, lebih dari itu Reva dibuat emosi oleh  Boim dan Bimbim  yang tanpa sengaja atau tidak dan menumpahkan  jus jambu ke tubuhnya dan tentu saja itu membuat baju osis yang ia kenakan basah dan kotor. “ Boimm.. Bimbimm.. tanggung jawab gak lo” Reva berteriak memanggil mereka berdua “ Ehh.. tanggung jawab soal apaan nihh gue juga gak  ngapa- ngapain lo Reva ..” jawab Boim tanpa rasa bersalah “ Ehh.. enak aja, liat dong nihh baju gue basah sama kotor, emm bau lagi nihh” jawab Reva dengan nada kesal , “ Iya udah gue minta maaf sama lo Reva nanti gue janji deh gak bakal kaya gini lagi, ini cuma sekali aja beneran deh hehehe..Boim sama Bimbim ciusss deh oke hehe..”  jawab Bimbim  “ Tau deh sebel gue sama loe berdua” jawab Reva .
            Dari bel istirahat pertama hingga ke tiga Reva hanya duduk di kelas dan tanpa adanya  pertanyaan dari Sarah sama sekali. Reva pulang sendiri dengan menaiki  angkutan umum , sampai di rumah dia merasa aneh dengan keadaan rumahnya yang terlihat sepi dan gelap seperti tak berpenghunni . “ Bun.. bunda.. Reva pulang nihh, ehh kok sepi amat nihh rumah kaya rumah kosong, apa jangan-jangan Bunda pindah rumah ya.. aduhh Bunda.. bundaa..”  kata Reva sambil menyalakan senter yang ada di ponselnya.



Tanpa Reva sadari bahwa temaan-teman sekelasnya ada dirumahnya dan membuat kejutan untuk Reva,termasuk Sarah dan ternyata Bunda lah yang telah merencanakan semuanya . “ Ya ampun kalian ngapain si kesini  bikin kaget aja deh, ini juga Bunda pasti ini ide Bunda ya, nyebelinn deh aku  di sekolah tadi gak ada temen tau” kata Reva , “ Iya sayang selamat ulang tahun anak Bunda yang paling cantik Reva Meliana Putri” kata Bunda  sambil memeluk Reva.Akhirnya teman –teman Reva melanjutkan bakar-bakar yang tealh diasiapkan bersama.
            Reva tidak menyangka bahwa teman-temannya akan membuat kejutan untuk dirinya ,dan ternyata Sarah , Boim , dan Bimbim sengaja membuat Reva kesal.
                                                                        **** 
            Menjelang akhir SMA Reva dan Sarah ingin melanjutkan pendidikannya di Bandung. Saat pengumuman kelulusan berlangsung Reva tak menyangka bahwa dirinya memperoleh nilai teringgi dan dia mendapatkan peringkat satu . “ Rev selamat ya lo dapet peringkat satu  dan juga jadi siswa peraih UN terbaik tahun ini , gue bangga jadi sahabat lo deh hehehe…” kata Sarah “ Iya makasih banyak, gue juga seneng punya sahabat kaya lo Sa, lo juga harus tinggaktin  lagi jangan cuma makan aja yang dipikirin  lo juga harus  hehe..” jawab Reva, “ Yaelahh makan kan kebutuhan tau”, “ Heheh.. iya Sarah Winata Kusuma “ kata Reva sambil  memeluk Sarah..
            Setelah dinyatakan lulus dari SMA PELITA Reva dan Sarah  akhirnya melanjutkan ke perguruan tinggi.Disana Reva memulai mencari daftar nama anak laki-laki dan anak perempuan yang memiliki tanggal lahir yang sama dengan dirinya. Reva pergi ke ruang kurikulum untuk mencari daftar nama dan tanggal lahir,Reva berjalan sendiri menuju ruang kurukulum dan tanpa dia sadari Reva menabrak seorang laki-laki dan menjatuhkan ponsel milik laki-laki tersebut. “ Ehh.. aku minta maaf  iya tadi aku enggak sengaja beneran,maaf iya” kata Reva dengan gugup “ Makanya kalo jalan itu litanya kedepan jangan ke hp jadi enggak nabrak ,tapi sayang nihh..hp aku jadi rusak deh” jawab laki-laki itu “ Iya iya..kan aku juga udah minta maaf kali,besok aku ganti rugi deh janji” kata Reva, “ besok aku tunggu ganti ruginya oke..” kata dia dengan meninggalkan Reva sendiri.  Setelah Reva mencari-cari daftar nama anak  dan tanggal lahir akhirnya dia menemukannya dia seorang laki-laki ,dia bernama Raffa Samudera Wilson, Reva dibuat penasaran dengan sosoknya .
           
            Reva bertemu dengan Wika, dia merupakan teman Sarah  “ Reva.. tadi dicariin sama Sarah dia katanya dia nunggu kamu di kantin sekarang ,kamu suruh nyusul kesana” kata Wika “ Ohh.. iya oke  makasih iya  Wik,” jawba Reva,dengan berjalan menuju kantin. Reva mendekati Sarah “ Sa ada apa si tuben banget lo cariin gue kenapa si ,ada yang mau lo omongin iya heheh.” Kata Reva  sambil mengambil kentang goring milik Sarah “ Main ambil aja lo  ini kentang huu..” kata Sarah “ Iya deh gue minta maaf  hehhe..” “ Gimana udah nemu sama anak yang tanggal lahirnya sama kayak  lo Re.”kata Sarah “ Udah dong masa kampus segede gini gak ada yang tanggal lahirnya sama kayak gue si hehe. ”  “ Iya kali aja belum nemu heheh nanti gue cariin di luar negeri “ kata Sarah “ Emang lo mau kesana ,ehh dia tuh namanya Raffa Sanudera Wilson  dari namanya aja keren semoga aja orangnya juga keren heheh” ,” Ngarep amat jadi orang hahha” jawab Sarah,  mereka pergi meninggalkan kantin yang sudah mulai sepi dari anak-anak .
            Bari yang sedang berdiri sendiri di depan pintu diahmpiri oleh Reva ,dia mulai menayakan  soal Raffa apakah dia tahu tentang dia atau tidak,dan ternyata Bari mengenalnya dan dia menunjukan kelasnya . Tanpa lama-lama Reva meunju kelas yang ditunjukan tetapi tanpa di duga dia bertemu dengan lelaki yang kemain dia menabraknya  ,” Ehh.. hehe kamu mau ganti rugi iya ke saya sampai-sampai nunggu saya di depan kelas saya heheh” kata lelaki itu “Enggak enak aja aku lagi nunggu Raffa tau aku mau ketemu dia ,ganti ruginya besok aja iya ini lagi sibuk” jawab Reva “ Iya udah kalo enggak mau ganti rugi aku anterin kamu pulang iya hehe” “ Aku mau pulang bareng Raffa gak sama kamu” “ Kenapa gitu kan aku Raffa ,masa gak mau pulang bareng anak kampus aja ngiri lagi kalo kamu pulang bareng aku gini hehe” kata dia sambil menunjukan kartu namanya dan ternyata betul dia adalah Raffa yang dia cari.
SatuMinggukemudian..                                                                                                                                                                 Reva menceritakan semua kejadian saat dia bertemu dengan Raffa kepada Sarah , mulai dari Raffa minta ganti rugi 20 jt dan hingga akhirnya Reva diantarkan oleh Raffa . Semua berjalan dengan mulus mereka berdua semakin dekat dan banyak yang menggapa bahwa mereka berpacaran tapi kenyataanya tidak .  Mereka salalu menghabiskan waktu bersama-sama dan selalau bercanda bersama, hampir satu semester mereka lalui bersama hingga tiba saatnya hari ulang tahun mereka yang sama.


 Pastinya mereka berdua akan merayakan ulang tahun yang pertama untuk bersama-sama,dan mungkin ini adalh hal yang tak pernah dilupakan oleh Reva Meliana Putri.
Hingga tiba saatnya ulang tahun Reva dan Raffa , telah banyak rincian yang akan segera mereka lakukan saat ulang tahun tiba. Raffa menjemput Reva di rumahnya dan Reva keluar dengan gaun yang sangat angun dan tentunya dia sanggat cantik,mereka berdua memasuki mobil dan mulai pergi menuju rumah  Raffa. Disana telah dihadiri oleh kerabat dan teman-teman mereka berdua, menjelang malam acara hampir selesai itu tandanya Reva harus segera pulang yang diantarkan oleh Raffa.
Di dalam mobil Raffa berbicara “ Rev, selamat ulang tahun iya aku harap kamu bakal jadi orang yang sukses dan kamu bakal jadi  orang yang terkenal suatu saat nanti, maaf kalo selama ini kau belum berani bilang tentang perasaan aku ke kamu ya Re, jujur ini butuh waktu “ kata Raffa “ iya selamt ulang tahun juga , aku seneng banget bisa ketemu sama kamu akhirnya kita bisa ngerayainn ini sama-sama, enggak perlu bilang gitu aku sahabatan sama kamu aja aku udah seneng banget tau hehe ..” jawab Reva. Tak ada lagi percakapan di mobil saat itu hingga menuju rumah Reva.
Pagi itu di kampus mengadakan audisi untuk perlombaan menyanyi solo Raffa membawa brosur ke Reva dan menyarankan untuk mengikuti audisi terbebut . “ Rev ikut audisi ini iya kan kamu punya bakat menyanyi tau “ kata Raffa “ Enggak mau deh kamu aja sana .. aku enggak pede malu juga hehe..” “ Kok gitu si, udah gak apa-apa nanti kita latihan bareng iya oke”jawab Raffa. Akhirnya Raffa  mendaftarkan Reva untuk mengikuti audisi tersebut.
Tiba saatnya perlombaan dimulai Reva yang lolos dari audisi hingga babak final merasa tegang untuk menunggu hasil pengumuman  yang akan diabacakan oleh juri. Dengan senang dan bangga Reva yang di damping oleh Raffa mendapatkan juara dan itu tak pernah  terfikirkan oleh mereka berdua. Raffa pernah bilang kepada Reva jika seseorang punya kemampuan dalam bidang apapun itu kembangkan dengan penuh semangat dan percaya diri dan yang terpenting adalah kita jujur pada kemampuan kita dan jujur bahwa itu adalah karya kita tanpa meniru orang lain,meniru lah hal yang baik untuk dijadika motivasi bagi mita untuk selalu berkarya. Hingga tiba saatnya Raffa dan Reva melanjutkan pendidikannya ke luar negeri untuk gelar S2. Raffa akhirnya memepersunting Reva setelah lulus dari S2.


Penulis :

            NAMA                                    :   TRIYA DAMAYANTI
            KELAS                                    :    XII-IPS-1