Senin, 30 Maret 2020

Resensi Buku Rantau 1 Muara


Perantauan Hidup Manusia

A.    IDENTITAS BUKU
Judul Buku      : Rantau 1 Muara
Pengarang       : A. Fuadi
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit    : Juli 2013 (cetakan 4)
Tebal               : 407 dan ix halaman




B.     SINOPSIS
Alif lulus dari Universitas Padjajaran Bandung dengan nilai yang sangat memuaskan. Tentu ia yakin perusahaan akan berlomba mendapatkannya. Namun, ia diwisuda di waktu yang kurang tepat. Pada saat itu di akhir tahun 90-an Indonesia mengalami krisis moneter sehingga ia kesulitan mencari pekerjaan. Berkali-kali ia mengirim lamaran pekerjaan, namun hasilnya nihil. Ia mengalami kegaluan yang sangat hebat. Di sisi lain ia juga harus membiayai amak dan adik-adiknya. Sebuah harapan muncul ketika Alif diterima menjadi wartawan di sebuah perusahaan majalah terkenal di Jakarta. Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis yang dulu pernah dia curigai. Gadis itu bernama Dinara yang ternyata adalah temannya Raisa. Lambat laun hatinya tertarik pada Dinara. Dari Jakarta, terbuka cakrawala baru. Alif meraih beasiswa ke Washington DC, dia kuliah sambil menjual tiket. Di sana ia bertemu dengan Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika. Dia sangat menyayangi Alif layaknya adiknya sendiri. Cerita-ceritanya sangat menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang calon istrinya. Dan di situ akhirnya Alif mulai berfikiran untuk melamar gadis pujaan hatinya, Dinara. Proses pendekatan kepada papanya Dinara, itu yang paling sulit. Karena awalnya papanya Dinara tidak merestui hubungan mereka. Namun Alif tak pernah menyerah, ia terus berusaha menarik hait papanya hingga pada akhirnya merestuinya. Dengan penuh semangat, Alif terbang dari Amerika menuju Indonesia. Hal yang paling dinantikannya akhirnya tiba juga. Ia menikah dengan Dinara. Usai pernikahan, mereka terbang lagi ke Amerika. Dinara menjadi wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kuliah Alif menyusul Dinara. Mereka hidup bahagia, gaji yang besar membuat mereka mudah melakukan aapun di Amerika. Pun cita-citanya untuk membantu Amak dan adik-adiknya di kampong tercapai juga. Mereka juga mampu menjadi wartawan yang berprestasi dan teladan di majalah tersebut. Sampai terjadi peristiwa 11 September yang menggoyahkan jiwanya. Garuda yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri menjadi korban peristiwa tersebut. Alif dipaksa memikirkan ulang misi hidupnya. Dengan mantra ke tiga “man saara ala darbi washala” (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai pada tujuan) menuntun perjalanan pencarian misi hidup Alif. Hingga ia akhirnya memutuskan untuk menetap di Indonesia selamanya. Ia diterima di perusahaan majalah di Jakarta kembali dengan gaji yang sama dengan Amerika.

C.    KEPENGARANGAN
Ahmad Fuadi lahir di Bayur, kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972. Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi perintah ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang mengajarkan kepadanya “mantra” sederhana yang sangat kuat, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Lulus kuliah Hubungan Internasional, UNPAD, dia menjadi wartawan majalah Tempo tahun 1999, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington Univesity, USA. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan.Sambil kuliah mereka menjadi koresponden Tempo dan wartawan Voice Of Amerika (VOA). Berita bersejarah seperti tragedi 11 September dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House, dan Capitol Hill.
Menjadi seorang scholarship hunter, hungga jinni Fuadi telah mendapatkan Sembilan beasiswa untuk belajar di luar negeri. Tahun 2004, dia mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk belajar di Royal Holloway, University of London. Dia telah mendapat kesempatan tinggal dan belajar di Kanada, Sinfapura, Amerika Serikat, Itali, dan Inggris.
Negeri 5 Menara telah diangkat ke layar lebar tahun 2011 dan buku ini mendapatkan penghargaan : Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010 dan Penulis & Buku Fiksi Terfavorit 2010 versi Anugerah Pembaca Indonesia. Pada 2011, Fuadi dianugerahi Liputan 6 Award, SCTV untuk kategori Motivasi dan Pendidikan, Penulis Terbaik IKAPI dan Juara 1 Karya Fiksi Terbaik Perpusnas. Tahun 2012, Fuadi terpilih sebagai resident di Bellagio Center, Itali dan tahun 2013 mendapat penghargaan dari DJKHI Kemenkumham untuk kategori Karya Cipta Novel.
Fuadi telah diundang jadi pembicara di berbagai acara internasional seperti Frankfrut Book Fair, Ubud Writers Festival, Singapore Writers Festival, Salihara Literary Biennale, Makassar Writers Festival, serta Byron Bay Writers Festival di Australia.
Penyuka fotografi ini pernah menjadi Direktur Komunikasi The Nature Conservancy, sebuah NGO konservasi internasional. Kini Fuadi sibuk menulis, menjadi public speaker, serta membangun yayasan social untuk membantu pendidikan anak usia diani yang kurang mampu-Komunitas Menara.
Selain itu, Fuadi juga telah menulis beberapa buku yang telah diterbitkan, diantaranya :
1.      Negeri 5 Menara
2.      Ranah 3 Warna
3.      Rantau 1 Muara
4.      The Land of Five Towers (Negeri 5 Menara English Edition)


D.    ULASAN
Kelebihan Buku :
-          Adanya bait-bait syair yang menginspirasi pembaca di awal dan akhir buku.
-          Kofer tebal dan menarik, karena dibalik kover ada denah beberapa tempat di Amerika Serikat.
-          Alur cerita yang mudah dipahami.
-          Menceritakan kisah nyata.

Kekurangan Buku :
-            Karakter tokoh ada yang kurang logis. Contohnya “Mas Garuda”
-            Terlalu banyak judul. Ada 46 judul sekaligus membuat kesan awal pembaca mudah bosan.
-            Adanya kata yang kurang diperjelas maksudnya. Seperti pada halaman 383.
-            Kualitas kertas kurang baik.


E.     REKOMENDASI
Novel ini baik dibaca oleh para pemuda karena dapat menginspirasi pembaca untuk bisa berjuang memperoleh cita-citanya, tidak mudah putus asa dalam segala keadaan dan tentunya kita hidup karena Allah sehingga kita suatu saat akan kembali kepada satu asal yaitu Dzat-Nya.


Contoh Makalah Bahasa Indonesia


Makalah Bahasa Indonesia
Bahasa Merupakan Alat Komunikasi Yang Harus Diajarkan Sejak Dini
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran
”Bahasa Indonesia”


Oleh:
Ulfatul Khoolidah (32)

Guru Pembimbing:
Hj. Hernani, M.Pd,MM.

JURUSAN IPS
SMA NEGERI 1 BOBOTSARI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018














KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua yang berupa ilmu dan amal. Dan berkat Rahmat dan Hidayah-Nya pula, kami dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia  yang insyaallah tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak akan tuntas tanpa adanya bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada :
  1. Ibu Hj. Hernani, M.Pd,MM. selaku guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia.
  2. Teman - teman yang lain yang tergabung dalam kelas “XI IPS 1”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak terdapat banyak kekurangan. Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat kami butuhkan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
Bobotsari, 28 Mei 2017.
                                                                                                                                                                Penulis,



















DAFTAR ISI
KataPengantar…..…………………………………………………………………………….   i
Daftar isi ………………………………………………………………………………………    ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang ………………………………………………….   1
1.2   Rumusan Masalah ……………………………………………….   2
1.3   Tujuan Pembelajaran …………………………………………..   2
BAB II PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Bahasa ………………………………………………   3
2.2   Macam macam Bahasa ………………………………………….  4
2.3   Tujuan Mempelajari Bahasa ……………………..……………   8
2.4   Bahasa Harus Diajarkan Sejak Dini ………………….……….  9
2.5   Ragam Bahasa …………………………………………………….  10
BAB III KESIMPULAN………………………………………………. 13
Daftar Pustaka ………………………………………………………………..  14
Saran………………………………………………………………………….. .15
















BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bahasa adalah bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Manusia tidak akan bisa melanjutkan kelangsungan hidup dengan baik dan teratur tanpa adanya bahasa. Karena sejatinya manusia memrlukan adanya interaksi untuk dapat memahami maksud masing – masing individu. Sehingga dapat mengantarkan pada emosional yang diinginkan.
Dapat dikatakan pula bahwa bahasa merupakan kebutuhan primer yang dapat melangsungkan sirkulasi keberlanjutan kehidupan serta membentengi diri dan negeri dari ancaman-ancaman perpecahan.
Di era globalisasi saat ini penggunaan bahasa sebagai media komunikasi sangatlah terpengaruh oleh laju perkembangan teknologi dan informasi.  Maka bahasa di era sekarang ini akan mudah terkontaminasi dan memberikan dampak positif juga negative yang sangat besar. Padahal anak – anak yang hidup pada jaman sekarang sangat membutuhkan peran berbahasa yang baik agar dapat menyampaikan emosional mereka dengan baik pula tanpa pengajaran yang instan dari derasnya arus globalisasi.
1.2  Rumusan Masalah
Dalam suatu karangan ilmiah haruslah disusun secara sistematis dan runtut sesuai dengan ketentuan yang ada. Maka dari itu perlu untuk menyusun suatu rumusan masalah yang menjadi batu pijakan untuk pembahasan pada makalah ini. Adapun rumusan masalah tersebut ialah sebagai berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan Bahasa ?
  2. Jelaskan yang termasuk dalam macam-macam bahasa ?
  3. Apa tujuan dari mempelajari bahasa ?
  4. Mengapa bahasa harus diajarkan sejak dini  ?
  5. Apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan yang terkait dengannya ?
1.3  Tujuan Pembelajaran
Adanya suatu diskusi dalam kelas yang kita lakukan sudah barang tentu semuanya mempunyai tujuan masing-masing dan boleh jadi tujuan tersebut berbada ataupun sama. Sedang pembelajaran pada saat ini yaitu dengan judul “ Bahasa Indonesia Sebagai Media Komunikasi” mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah :
  1. Dapat mengetahui makna dari Bahasa secara terperinci
  2. Dapat memahami macam-macam bahasa yang ada pada saat ini
  3. Dapat memperoleh pengetahuan tentang tujuan mempelajari bahasa
  4. Dapat memaparkan maksud dari pembelajaran bahasa sejak dini
  5. Dapat membuka cakrawala pengetahuan berkenaan dengan ragam bahasa









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (2004 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ketika anggota masyarakat menginginkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, maka orang tersebut akan menggunakan suatu bahasa yang sudah biasa digunakannya untuk menyampaikan sesuatu informasi. Pada umumnya bahasa-bahasa tersebut dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain, hal ini dapat dikarenakan adanya perbedaan kultur, lingkungan dan kebiasaan yang mereka miliki. Mungkin asumsi beberapa orang berpendapat bahwa tidak hanya bahasa saja yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa terdapat dua orang atau lebih yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Mereka memakai beberapa alat ataupun media untuk menyampaikan suatu kabar yang memang ingin diinformasikan kepada pihak lain dengan menggunakan lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh sekelompok masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dilihat dari pengertian yang ada dalam kamus tersebut, dapat difahami bahwa bahasa juga dapat berfungsi sebagai lambang bunyi sebagai mana not yang ada pada nada, akan tetapi fungsi atau manfaat yang diberikan sangatlah berbeda antara keduanya. Bunyi yang dihasilkan oleh bahasa dipreoritaskan untuk menyampaikan suatu informasi serta lebih menitik beratkan pada kepadatan isinya bukan pada fungsi estetika yang dihasilkannya.
Bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.
Dari beberapa definisi yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang dapat disampaikan melalui lisan, tulisan maupun media lain yang sudah disepakati oleh pihak yang berkomunikasi. Bahasa yang disampaikan melalui lisan dapat disebut dengan bahasa primer sedangkan bahasa yang diutarakan dengan menggunakan selain lisan disebut dengan bahasa sekunder.
2.2 Macam Macam Bahasa
            Dalam keberadaannya, Indonesia terkenal sebagai sebuah negara yang mempunyai keberagaman tingkat tinggi. Didalam tubuh bangsa indonesia yang terdiri dari deretan pulau-pulau, saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke terdapat banyak suku bangsa dan ras berbeda antara satu sama lain. Perbedaan ini dapat disebabkan dari lingkungan hidup dan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Setelah diamati dan dicermati perbedaan-perbedaan ini juga terjadi  pada ranah kebahasaan yang ada, setiap daerah rata-rata mempunyai bahasa daerahnya masing-masing, satu propinsipun kadang mempunyai lebih dari lima bahasa yang digunakan masyarakatnya untuk berkomunikasi dan hal inilah yang menjadikan indonesia terkenal dengan kemajemukannya.
            Di daerah-daerah yang ada di Indonesia, masyarakat yang ada disana tidak hanya menggunakan satu bahasa saja, melainkan menggunakan beberapa bahasa yang berbeda satu daerah dengan daerah yang lain dan bisa jadi walaupun mereka sama-sama orang yang notabenenya adalah penduduk yang tinggal menetap dalam satu pulau atau provinsi bisa jadi tidak faham dengan penyampaian lawan bicara dari daerah yang berbeda dalam satu pulau atau provinsi tersbut.
            Dalam bab macam-macam bahasa ini, akan disebutkan macam bahasa yang ada dan digunakan oleh masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia ini. Adapun macam bahasa dapat diklasifikasikan menurut daerah dimana bahasa itu digunakan, karena pada umumnya suatu daerah yang telah mempunyai otonom dan kebudayaan sendiri, ia juga akan cenderung mempunyai bahasa dan logat yang berciri khas dan berbeda dari pada yang lain.
               Pengklasifikasian menurut daerah, pengguna bahasa ini terbagi menjadi 7 kelas yaitu : macam bahasa yang digunakan di daerah Sumatra, macam bahasa yang dipergunakan di derah Maluku, macam bahasa yang dipergunakan di daerah  Sulawesi, macam bahasa yang digunakan di daerah Kalimantan, bahasa yang digunakan di daerah Jawa, macam bahasa yang digunakan di daerah Bali dan macam bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di daerah Nusa Tenggara baik barat maupun timur.
2.2.1        Macam bahasa di Sumatra
            Adapun bahasa yang digunakan di daereh Sumatra tidak kurang dari 20 bahasa yang digunakan untuk salimg tukar infirmasi dan untuk berkomunikasi. Adapun bahasa tersebut di antaranya adalah :
  1. Simulu                                           12. Simulur
  2. Sikule                                            13. Riau
  3. Rejang Lebong                              14. Pak-Pak
  4. Orang Laut                                    15. Nias
  5. Minangkabau                                16. Mentawai
  6. Melayu                                          17. Mandailing
  7. Lom                                               18. Lampung
  8. Kubu                                             19. Karo
  9. Gayo                                             20. Enggano
  10. Batak                                             21. Angkola
  11. Aceh                                              22. Alas
2.2.2  Macam bahasa di daerah Maluku
            Di daerah Maluku sendiri terdapat pemilahan macam bahasa yang digunakan sebagai media berkomunikasi yang dikarenakan adanya perbedaan pemakaian bahasa yang ada.
            Di Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur juga menggunakan bahasa yang bermacam-macam, diantara bahasa yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat yang bermukim dan berdomisili disana adalah :
  1. Timor                                
  2. Tetun
  3. Anibar
  4. Solor
    1. Rote
    2. Roma
    3. Pantar
    4. Leti
    5. Lain
    6. Kroe
    7. Kaisar
    8. Kai
    9. Kadang    
    10. Helo
    11. Goram            
    12. Geloli
    13. Buru
    14. Belu
    15. Banda
    16. Aru
    17. Ambelan
    18. Alor
            Sedangkan daerah Maluku daerah sekitar suli bacan mempunyai bahasa yang berbeda dengan Maluku daerah ambon timur. Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di daerah ini adalah :
  1. Taliabo
  2. Sula
  3. Bacan
2.2.3        Macam bahasa di daerah Sulawesi
            Beralih pada bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang ada wilayah Sulawesi. Sebagaimana pembagian macam bahasa yang ada di wilayah Sumatra, bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi juga bervariasi tidak monoton menggunakan satu bahasa saja. Bahasa yang digunakan di wilayah Sulawesi adalah :
  1. Toraja
  2. Napu
  3. Pilpikoro
2.2.4 Macam bahasa di daerah Kalimantan
            Masyarakat yang menetap di daerah yang berada di Pulau Kalimantan menggunakan bahasa yang bermacam-macam. Macam-macam bahasa yang difungsikan sebagai media komunikasi oleh masyarakat Kalimantan adalah :
  1. Klemautan                                     3. Kenya
  2. Kayan                                            4. Iban
2.2.5        Macam bahasa yang digunakan di daerah Jawa
            Sebagaimana yang kita ketahui bersama di Pulau Jawa juga terdapat macam-macam bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang tinggal di jawa. Diantara macam bahasa yang digunakan adalah :
  1. Sunda                                3. Jawa
  2. Madura
2.2.6        Macam bahasa yang digunakan didaerah Nusa Tenggara
     Sebagaimana yang ada di daerah Maluku, nusa tenggara juga mempunyai pembagian yang lebih spesifik. Nusa tenggara seperti yang telah diketahui bahwa daerah ini terbagi menjadi dua yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
            Adapun macam-macam bahasa yang sebagai media komunikasi oleh kebanyakan orang yang hidup dan melakukan interaksi didaerah Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut :
  1. Sumba
  2. Sasak
            Sedangkan bahasa yang difungsikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai media komunikasi adalah :
  1. Sasak                     3. Sumbawa
  2. Timor
2.2.7        Macam bahasa yang dipergunakan di daerah Bali
            Pulau Bali yang terkenal sebagai pulau dewata pun juga mempunyai macam bahasa yang biasa digunakan untuk menjalin komunikasi antar sesamanya. Adapun bahasa yang sering digunakan berkomunikasi oleh masyarakat pulau dewata ini adalah bahasa sasak yang juga digunakan oleh orang-orang nusa tenggara. Jika dilakukan pengamatan, maka akan ditarik kesimpulan bahwa letak geografis dan lingkungan juga sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa. Jika daerah tersebut letaknya tidak terlalu jauh, maka perbedaan bahasa mereka juga tidak akan terlalu jauh. 
            Sebagai negara yang mempunyai keberagaman yang sangat banyak hususnya pada ranah bahasa, tidak dapat dipungkiri lagi akan banyak perbedaan yang ada sehingga dapat menyebabkan perpecahan antar daerah, ras ataupun suku yang ada di negara indonesia ini. Untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang disebabkan oleh banyaknya perbedaan macam bahasa, sudah barang tentu seluruh masyarakat Indonesia untuk mempelajari dan menguasai bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia.
2.3 Tujuan Mempelajari Bahasa
   Dalam setiap mempelajari suatu ilmu, setiap manusia pastilah mempunyai suatu tujuan tertentu. Walaupun boleh jadi tujuan ahir yang diinginkan antara satu individu dengan individu yang lainnya akan berbeda. Begitu juga dengan tujuan orang-orng yang berkenan untuk mempelajari bahasa, pastilah mereka juga mempunyai motif tertentu yang melatar belakanginya.
   Walaupun pasti ada tujuan-tujuan yang tidak senada, akan tetapi dalam mempelajari bahasa terdapat tujuan-tujuan yang bersifat umum. Yaitu dengan kita belajar bahasa, kita ingin apa-apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dan difahami oleh lawan komunikasi kita. Karena, ketika bahasa kita tidak dapat mengundang pemahaman dari lawan komunikasi maka kita akan menerima respon yang kurang baik selain itu bahasa yang kuang baik dan benar akan dapat menimbulkan kesalahfahaman yang bisa berakibat fatal. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Gorys Keraf (2004 : 8) bahwa seorang yang belum mahir berbahasa akan menemukan kesulitan-kesulitan, karena apa yang dipikirkan atau dimaksudkan tidak akan bisa terlahir sempurna kepada orang lain.
   Selain untuk memahamkan orang lain tujuan mempelajari bahasa adalah untuk dapat menggelar dan mengembangkan potensi-potensi pribadi yang ada pada diri kita. Dengan penguasaan bahasa yang baik dan benar, akan dapat lebih mudah mencari relasi dalam segala hal.
   Ada salah satu tujuan terpenting yang harus kita canangkan ketika kita mempelajari bahasa. Tujuan tersebut ialah kemahiran bahasa. Menurut penuturan Gorys Keraf (2004:1) kemahiran bahasa akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, bila ia digunakan sebagai alat komunikasi yang baik terhadap sesama masyarakat, bila ia memungkinkan kita untuk mengembangkan kesanggupan kita untuk dapat mempengaruhi orang lain dalam mengembangkan kontrol social yang diingankan.
2.4 Bahasa Harus Diajarkan Sejak Dini
            Anak – anak merupakan penerus generasi kita. Suatu bangsa yang baik adalah bangsa yang mempunyai generasi penerus yang baik pula. Masa kanak – kanak juga merupakan masa emas dimana pertumbuhan otak emas mereka sedang berlangsung.
            Pengenalan bahasa oleh orang tua harus benar – benar diperhatikan. Pentingnya bahasa seperti yang telah dipaparkan sebelumnya sehingga dapat meminimalisir kekurangan anak – anaknya pada kesalahan berbahasa setelah dimaknai pada sebelumnya tersebut. Terutama pada dampak negative arus globalisasi yang sulit dihindari, maka peran orang tua sangat berpengaruh pada pembentukan tata bahasa anaknya. Dan seperti yang telah banyak disebutkan bahwa orang tua merupakan tempat anak belajar pada pertama kalinya.
            Canggihnya teknologi saat ini begitu mempengaruhi anak – anak tanpa orang tua sadari. Menonton televisi terlalu sering dapat menyebabkan anak sekarang malas untuk membaca dan melakukan hal yang diam. Mereka akan cenderung lebih aktif untuk aktivitasnya. Begitu juga dengan gadget. Memang, adakalanya dampak positif memang baik sebagai hiburan anak. Tetapi itu dapat mengurangi jam bermain anak. Saat anak – anak usia sebayanya dalam masa bermain maka itu dapat mempengaruhi cara pengungkapan bahasa yang terdapat dalam sosialisasi saat bermain bersama. Anak akan cenderung anti social, lebih suka bermain sendiri dan bahkan dapat menimbulkan sifat tidak peduli. Padahal itu akan terbawa hingga dia dewasa.
            Buruknya pergaulan ketika masa remaja juga memperparah bahasa anak. Gaya bahasa yang terkontaminasi budaya barat dicampur dengan sikap yang muncul akibat pola pembelajaran bahasa anak pada waktu kecil maka akan mengakibatkan kegoncangan pada generasi penerus kita yang akan berdampak juga pada keutuhan negara. Seperti halnya saat ini dengan orang bebas berpendapat tanpa memikirkan perasaan para pembaca. Oleh karena itu sangatlah penting memupuk cara berbahasa yang baik dan benar sejak dini.
2.5 Ragam Bahasa
            Ragam bahasa adalah pembagian bahasa yang ditinjau dari bagaimana cara bahasa itu diutarakan oleh orang yang melakukan komunikasi. Lamuddin Finoza (2002:3) memaparkan bahwa ragam bahasa menjadi sangat banyak jumlahnya karena pemilihan corak bahasa yang dipakai seseorang untuk mengomunikasikan sesuatu bergantung kepada tiga hal berikut ini:
  1. Cara berkomunikasi : lisan atau tulisan
  2. Cara pandang penutur terhadap mitra komunikasinya
  3. Topik yang dibicarakan/dituluskan
  1. 1.      Ragam bahasa berdasarkan cara berkomunikasi
Dalam pembahasan ini yang akan dibahas terlebih dahulu adalah ragam lisan dan ragam tulisan. Adapun perbedaan antara ragam lisan dan ragam tulisan adalah sebagai berikut:
  • Ragam lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengarkan apa yang diucapkan oleh seseorang, sedangkan ragam tulisan tidak selalu memerlukan lawan bicara.
  • Ragam lisan, unsur-unsur fungsi gramatikal seperti subjek, prediket, objek, dan keterangan tidak selalu dinyatakan dengan kata sering dinyatakan dengan gerak tubuh dan mimik muka. Sedangkan ragam tulisan, fungsi gramatikal harus dinyatakan dengan jelas agar orang membaca suatu tulisan dapat memahami isinya.
  • Ragam lisan sangat terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Suatu ragam lisan baru dapat dimengerti  jika dia berada atau turut terlibat didalam situasi, kondisi, ruang dan waktu yang sama Sedangkan ragam tulisan dapat dimengerti oleh orang lain pada tempat, waktu, kondisi, ruang dan waktu yang berbeda beda.
  • Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah, panjang-pendeknya  suara. Sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf kecil atau huruf tegak dan huruf miring.(Lomudin Finoza, 1993:4)
  1. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur
                      Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh Ragam Dialek adalah ‘Gue udah baca itu buku.’
Contoh Ragam Terpelajar adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam Resmi adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam Tak Resmi adalah ‘Saya sudah baca buku itu.’
  1. Ragam Bahasa Indonesia sebagai topik pembicaraan
                      Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ciri-ciri ragam ilmiah:
  • Bahasa Indonesia ragam baku
  • Penggunaan kalimat efektif
  • Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda
  • Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias
  • Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan
  • Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.
Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan:
  • Ragam Hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
  • Ragam Bisnis : Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.
  • Ragam Sastra : Cerita itu menggunakan unsur flashback.
  • Ragam Kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.
  • Ragam Psokologis : Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif.
BAB III
KESIMPULAN

Dengan demikian perlu dapat ditarik kesimpulan bahwa  Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Sedangkan dari makna Bahasa itu terdapat macam dan ragam bahasa yang telah dijelaskan di atas.
Bahasa selain sebagai bahasa negara, bahasa juga memiliki sebuah tujuan dari pembelajaran bahasa. Banyak orang yang belajar bahasa dengan berbagai tujuan yang berbeda. Ada yang belajar hanya untuk mengerti, ada yang belajar untuk memahami isi bacaan, ada yang belajar untuk dapat bercakap-cakap dengan lancar, ada pula yang belajar untuk gengsi-gengsian, dan ada pula yang belajar dengan berbagai tujuan khusus. Tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan.
SARAN
Demi tercapainya persatuan dalam keberagaman yang ada di Indonesia perlu adanya kesadaran untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam diri sendiri. Sebagai generasi muda dan salah satu cara untuk mencapainya yaitu dengan mempelajari bahasa Indonesia secara detail dan mendalam serta menanamkan rasa kecintaan, kesenangan untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Serta menerapkanya secara baik dan benar, karena dengan menerapkan Bahasa Indonesia secara tepat dan benar maka akan mempererat Negara Indonesia dari berbagai ragam bahasa. Serta Bahasa Indonesia dapat mempersatukan antar sesame bangsa. Sehingga perlu adanya pemupukan berbahasa yang baik dan benar sejak usia dini.
DAFTAR PUSTAKA
Finoza, Lamuddin. 2002.Komposisi Bahasa Indonesia.Cetakan ke-8. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
Keraf, Gorys. 2004.Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.
Arifin, E. Zaenal dan Tasai S. Amran.2009Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
Wibowo, Wahyu.2001.Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Pembelajaran Bahasa Indonesia, artikel diakses pada tanggal 14 September 2009 dari http://endonesa.wordpress.com/ajaran-pembelajaran/pembelajaran bahasa-indonesia/ )