Makalah Bahasa Indonesia
Bahasa Merupakan Alat Komunikasi Yang Harus Diajarkan Sejak Dini
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran
”Bahasa Indonesia”
Oleh:
Ulfatul Khoolidah (32)
Guru Pembimbing:
Hj. Hernani, M.Pd,MM.
JURUSAN IPS
SMA NEGERI 1 BOBOTSARI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua yang
berupa ilmu dan amal. Dan berkat Rahmat dan Hidayah-Nya pula, kami dapat
menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia yang insyaallah tepat pada
waktunya.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini tidak akan tuntas tanpa adanya bimbingan serta bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada :
- Ibu Hj.
Hernani, M.Pd,MM. selaku guru pembimbing mata pelajaran Bahasa
Indonesia.
- Teman - teman
yang lain yang tergabung dalam kelas “XI IPS 1”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
terdapat banyak terdapat banyak kekurangan. Akhirnya, kritik, saran, dan masukan
yang membangun sangat kami butuhkan
untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Semoga
makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
Bobotsari, 28 Mei 2017.
Penulis,
DAFTAR ISI
KataPengantar…..…………………………………………………………………………….
i
Daftar isi ………………………………………………………………………………………
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
…………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah
………………………………………………. 2
1.3 Tujuan Pembelajaran
………………………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahasa
……………………………………………… 3
2.2 Macam macam Bahasa
…………………………………………. 4
2.3 Tujuan Mempelajari Bahasa ……………………..……………
8
2.4 Bahasa Harus
Diajarkan Sejak Dini ………………….………. 9
2.5 Ragam Bahasa
……………………………………………………. 10
BAB III KESIMPULAN………………………………………………. 13
Daftar Pustaka ……………………………………………………………….. 14
Saran………………………………………………………………………….. .15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Bahasa adalah
bagian terpenting
dalam kehidupan manusia. Manusia tidak akan bisa melanjutkan kelangsungan hidup dengan baik
dan teratur tanpa adanya bahasa. Karena sejatinya manusia
memrlukan adanya interaksi untuk dapat memahami maksud masing – masing
individu. Sehingga dapat mengantarkan pada emosional yang diinginkan.
Dapat
dikatakan pula bahwa bahasa merupakan kebutuhan primer yang dapat melangsungkan
sirkulasi keberlanjutan kehidupan serta membentengi
diri dan negeri dari ancaman-ancaman perpecahan.
Di era
globalisasi saat ini penggunaan bahasa sebagai media komunikasi sangatlah
terpengaruh oleh laju perkembangan teknologi dan informasi. Maka bahasa
di era sekarang ini akan mudah terkontaminasi dan memberikan dampak positif
juga negative yang sangat besar. Padahal anak – anak yang hidup pada jaman
sekarang sangat membutuhkan peran berbahasa yang baik agar dapat menyampaikan
emosional mereka dengan baik pula tanpa pengajaran yang instan dari derasnya
arus globalisasi.
1.2
Rumusan Masalah
Dalam suatu
karangan ilmiah haruslah disusun secara sistematis dan runtut sesuai dengan
ketentuan yang ada. Maka dari itu perlu untuk menyusun suatu rumusan masalah
yang menjadi batu pijakan untuk pembahasan pada makalah ini. Adapun rumusan
masalah tersebut ialah sebagai berikut:
- Apa
yang dimaksud dengan Bahasa ?
- Jelaskan
yang termasuk dalam macam-macam bahasa ?
- Apa
tujuan dari mempelajari bahasa ?
- Mengapa
bahasa harus diajarkan sejak dini ?
- Apa
yang dimaksud dengan ragam bahasa dan yang terkait dengannya ?
1.3
Tujuan Pembelajaran
Adanya suatu
diskusi dalam kelas yang kita lakukan sudah barang tentu semuanya mempunyai
tujuan masing-masing dan boleh jadi tujuan tersebut berbada ataupun sama.
Sedang pembelajaran pada saat ini yaitu dengan judul “ Bahasa Indonesia Sebagai
Media Komunikasi” mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah :
- Dapat
mengetahui makna dari Bahasa secara terperinci
- Dapat
memahami macam-macam bahasa yang ada pada saat ini
- Dapat
memperoleh pengetahuan tentang tujuan mempelajari bahasa
- Dapat
memaparkan maksud dari pembelajaran bahasa sejak
dini
- Dapat
membuka cakrawala pengetahuan berkenaan dengan ragam bahasa
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Bahasa
Menurut
Gorys Keraf (2004 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat
berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ketika anggota
masyarakat menginginkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, maka orang
tersebut akan menggunakan suatu bahasa yang sudah biasa digunakannya untuk
menyampaikan sesuatu informasi. Pada umumnya bahasa-bahasa tersebut dapat
berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain, hal ini dapat dikarenakan
adanya perbedaan kultur, lingkungan dan kebiasaan yang mereka miliki. Mungkin
asumsi beberapa orang berpendapat bahwa tidak hanya bahasa saja yang dapat
dijadikan sebagai media komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa terdapat dua orang
atau lebih yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu
yang telah disepakati bersama. Mereka memakai beberapa alat ataupun media untuk
menyampaikan suatu kabar yang memang ingin diinformasikan kepada pihak lain
dengan menggunakan lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan
sebagainya.
Menurut KBBI
(Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang
arbiter, yang dipergunakan oleh sekelompok masyarakat untuk bekerjasama,
berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dilihat dari pengertian yang ada
dalam kamus tersebut, dapat difahami bahwa bahasa juga dapat berfungsi sebagai
lambang bunyi sebagai mana not yang ada pada nada, akan tetapi fungsi atau
manfaat yang diberikan sangatlah berbeda antara keduanya. Bunyi yang dihasilkan
oleh bahasa dipreoritaskan untuk menyampaikan suatu informasi serta lebih
menitik beratkan pada kepadatan isinya bukan pada fungsi estetika yang
dihasilkannya.
Bahasa
adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah
hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang
dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan
konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki
benda atau situasi yang dimaksud.
Dari
beberapa definisi yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa
bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang dapat disampaikan melalui lisan,
tulisan maupun media lain yang sudah disepakati oleh pihak yang berkomunikasi.
Bahasa yang disampaikan melalui lisan dapat disebut dengan bahasa primer
sedangkan bahasa yang diutarakan dengan menggunakan selain lisan disebut dengan
bahasa sekunder.
2.2 Macam
Macam Bahasa
Dalam keberadaannya, Indonesia terkenal sebagai sebuah negara yang mempunyai
keberagaman tingkat tinggi. Didalam tubuh bangsa indonesia yang terdiri dari
deretan pulau-pulau, saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke
terdapat banyak suku bangsa dan ras berbeda antara satu sama lain. Perbedaan
ini dapat disebabkan dari lingkungan hidup dan kebiasaan yang dilakukan oleh
orang-orang tersebut. Setelah diamati dan dicermati perbedaan-perbedaan ini
juga terjadi pada ranah kebahasaan yang ada, setiap daerah rata-rata
mempunyai bahasa daerahnya masing-masing, satu propinsipun kadang mempunyai
lebih dari lima bahasa yang digunakan masyarakatnya untuk berkomunikasi dan hal
inilah yang menjadikan indonesia terkenal dengan kemajemukannya.
Di daerah-daerah yang ada di Indonesia, masyarakat yang ada disana tidak hanya
menggunakan satu bahasa saja, melainkan menggunakan beberapa bahasa yang
berbeda satu daerah dengan daerah yang lain dan bisa jadi walaupun mereka
sama-sama orang yang notabenenya adalah penduduk yang tinggal menetap dalam
satu pulau atau provinsi bisa jadi tidak faham dengan penyampaian lawan bicara
dari daerah yang berbeda dalam satu pulau atau provinsi tersbut.
Dalam bab macam-macam bahasa ini, akan disebutkan macam bahasa yang ada dan
digunakan oleh masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia ini. Adapun macam
bahasa dapat diklasifikasikan menurut daerah dimana bahasa itu digunakan,
karena pada umumnya suatu daerah yang telah mempunyai otonom dan kebudayaan
sendiri, ia juga akan cenderung mempunyai bahasa dan logat yang berciri khas
dan berbeda dari pada yang lain.
Pengklasifikasian menurut daerah, pengguna bahasa ini terbagi menjadi 7
kelas yaitu : macam bahasa yang digunakan di daerah Sumatra, macam bahasa yang
dipergunakan di derah Maluku, macam bahasa yang dipergunakan di daerah
Sulawesi, macam bahasa yang digunakan di daerah Kalimantan, bahasa yang
digunakan di daerah Jawa, macam bahasa yang digunakan di daerah Bali dan macam
bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di daerah Nusa
Tenggara baik barat maupun timur.
2.2.1
Macam bahasa di Sumatra
Adapun bahasa yang digunakan di daereh Sumatra tidak kurang dari 20 bahasa yang
digunakan untuk salimg tukar infirmasi dan untuk berkomunikasi. Adapun bahasa
tersebut di antaranya adalah :
- Simulu
12. Simulur
- Sikule
13. Riau
- Rejang
Lebong
14.
Pak-Pak
- Orang
Laut
15. Nias
- Minangkabau
16. Mentawai
- Melayu
17. Mandailing
- Lom
18. Lampung
- Kubu
19. Karo
- Gayo
20. Enggano
- Batak
21. Angkola
- Aceh
22. Alas
2.2.2
Macam bahasa di daerah Maluku
Di daerah Maluku sendiri terdapat pemilahan macam bahasa yang digunakan sebagai
media berkomunikasi yang dikarenakan adanya perbedaan pemakaian bahasa yang
ada.
Di Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur juga menggunakan bahasa yang
bermacam-macam, diantara bahasa yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat yang
bermukim dan berdomisili disana adalah :
- Timor
- Tetun
- Anibar
- Solor
- Rote
- Roma
- Pantar
- Leti
- Lain
- Kroe
- Kaisar
- Kai
- Kadang
- Helo
- Goram
- Geloli
- Buru
- Belu
- Banda
- Aru
- Ambelan
- Alor
Sedangkan daerah Maluku daerah sekitar suli bacan mempunyai bahasa yang berbeda
dengan Maluku daerah ambon timur. Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat
yang berdomisili di daerah ini adalah :
- Taliabo
- Sula
- Bacan
2.2.3
Macam bahasa di daerah Sulawesi
Beralih pada bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang
ada wilayah Sulawesi. Sebagaimana pembagian macam bahasa yang ada di wilayah
Sumatra, bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi juga bervariasi tidak
monoton menggunakan satu bahasa saja. Bahasa yang digunakan di wilayah Sulawesi
adalah :
- Toraja
- Napu
- Pilpikoro
2.2.4 Macam
bahasa di daerah Kalimantan
Masyarakat yang menetap di daerah yang berada di Pulau Kalimantan menggunakan
bahasa yang bermacam-macam. Macam-macam bahasa yang difungsikan sebagai media
komunikasi oleh masyarakat Kalimantan adalah :
- Klemautan
3.
Kenya
- Kayan
4. Iban
2.2.5
Macam bahasa yang digunakan di daerah Jawa
Sebagaimana yang kita ketahui bersama di Pulau Jawa juga terdapat macam-macam bahasa
yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang tinggal di jawa.
Diantara macam bahasa yang digunakan adalah :
- Sunda
3. Jawa
- Madura
2.2.6
Macam bahasa yang digunakan didaerah Nusa Tenggara
Sebagaimana yang ada di daerah Maluku, nusa tenggara juga mempunyai pembagian
yang lebih spesifik. Nusa tenggara seperti yang telah diketahui bahwa daerah
ini terbagi menjadi dua yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Adapun macam-macam bahasa yang sebagai media komunikasi oleh kebanyakan orang
yang hidup dan melakukan interaksi didaerah Nusa Tenggara Barat adalah sebagai
berikut :
- Sumba
- Sasak
Sedangkan bahasa yang difungsikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai media
komunikasi adalah :
- Sasak
3. Sumbawa
- Timor
2.2.7
Macam bahasa yang dipergunakan di daerah Bali
Pulau Bali yang terkenal sebagai pulau dewata pun juga mempunyai macam bahasa
yang biasa digunakan untuk menjalin komunikasi antar sesamanya. Adapun bahasa
yang sering digunakan berkomunikasi oleh masyarakat pulau dewata ini adalah
bahasa sasak yang juga digunakan oleh orang-orang nusa tenggara. Jika dilakukan
pengamatan, maka akan ditarik kesimpulan bahwa letak geografis dan lingkungan
juga sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa. Jika daerah tersebut letaknya
tidak terlalu jauh, maka perbedaan bahasa mereka juga tidak akan terlalu
jauh.
Sebagai negara yang mempunyai keberagaman yang sangat banyak hususnya pada
ranah bahasa, tidak dapat dipungkiri lagi akan banyak perbedaan yang ada
sehingga dapat menyebabkan perpecahan antar daerah, ras ataupun suku yang ada
di negara indonesia ini. Untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang disebabkan
oleh banyaknya perbedaan macam bahasa, sudah barang tentu seluruh masyarakat
Indonesia untuk mempelajari dan menguasai bahasa pemersatu yaitu bahasa
Indonesia.
2.3 Tujuan
Mempelajari Bahasa
Dalam setiap mempelajari suatu ilmu, setiap manusia pastilah mempunyai suatu tujuan
tertentu. Walaupun boleh jadi tujuan ahir yang diinginkan antara satu individu
dengan individu yang lainnya akan berbeda. Begitu juga dengan tujuan orang-orng
yang berkenan untuk mempelajari bahasa, pastilah mereka juga mempunyai motif
tertentu yang melatar belakanginya.
Walaupun pasti ada tujuan-tujuan yang tidak senada, akan tetapi dalam
mempelajari bahasa terdapat tujuan-tujuan yang bersifat umum. Yaitu dengan kita
belajar bahasa, kita ingin apa-apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dan
difahami oleh lawan komunikasi kita. Karena, ketika bahasa kita tidak dapat
mengundang pemahaman dari lawan komunikasi maka kita akan menerima respon yang
kurang baik selain itu bahasa yang kuang baik dan benar akan dapat menimbulkan
kesalahfahaman yang bisa berakibat fatal. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh
Gorys Keraf (2004 : 8) bahwa seorang yang belum mahir berbahasa akan menemukan
kesulitan-kesulitan, karena apa yang dipikirkan atau dimaksudkan tidak akan
bisa terlahir sempurna kepada orang lain.
Selain untuk memahamkan orang lain tujuan mempelajari bahasa adalah untuk dapat
menggelar dan mengembangkan potensi-potensi pribadi yang ada pada diri kita.
Dengan penguasaan bahasa yang baik dan benar, akan dapat lebih mudah mencari
relasi dalam segala hal.
Ada salah satu tujuan terpenting yang harus kita canangkan ketika kita
mempelajari bahasa. Tujuan tersebut ialah kemahiran bahasa. Menurut penuturan
Gorys Keraf (2004:1) kemahiran bahasa akan mendatangkan keuntungan bagi
masyarakat, bila ia digunakan sebagai alat komunikasi yang baik terhadap sesama
masyarakat, bila ia memungkinkan kita untuk mengembangkan kesanggupan kita
untuk dapat mempengaruhi orang lain dalam mengembangkan kontrol social yang
diingankan.
2.4 Bahasa Harus Diajarkan Sejak Dini
Anak – anak merupakan
penerus generasi kita. Suatu bangsa yang baik adalah bangsa yang mempunyai
generasi penerus yang baik pula. Masa kanak – kanak juga merupakan masa emas
dimana pertumbuhan otak emas mereka sedang berlangsung.
Pengenalan bahasa oleh
orang tua harus benar – benar diperhatikan. Pentingnya bahasa seperti yang
telah dipaparkan sebelumnya sehingga dapat meminimalisir kekurangan anak –
anaknya pada kesalahan berbahasa setelah dimaknai pada sebelumnya tersebut.
Terutama pada dampak negative arus globalisasi yang sulit dihindari, maka peran
orang tua sangat berpengaruh pada pembentukan tata bahasa anaknya. Dan seperti
yang telah banyak disebutkan bahwa orang tua merupakan tempat anak belajar pada
pertama kalinya.
Canggihnya teknologi saat
ini begitu mempengaruhi anak – anak tanpa orang tua sadari. Menonton televisi
terlalu sering dapat menyebabkan anak sekarang malas untuk membaca dan
melakukan hal yang diam. Mereka akan cenderung lebih aktif untuk aktivitasnya.
Begitu juga dengan gadget. Memang, adakalanya dampak positif memang baik
sebagai hiburan anak. Tetapi itu dapat mengurangi jam bermain anak. Saat anak –
anak usia sebayanya dalam masa bermain maka itu dapat mempengaruhi cara
pengungkapan bahasa yang terdapat dalam sosialisasi saat bermain bersama. Anak
akan cenderung anti social, lebih suka bermain sendiri dan bahkan dapat
menimbulkan sifat tidak peduli. Padahal itu akan terbawa hingga dia dewasa.
Buruknya pergaulan ketika
masa remaja juga memperparah bahasa anak. Gaya bahasa yang terkontaminasi
budaya barat dicampur dengan sikap yang muncul akibat pola pembelajaran bahasa
anak pada waktu kecil maka akan mengakibatkan kegoncangan pada generasi penerus
kita yang akan berdampak juga pada keutuhan negara. Seperti halnya saat ini
dengan orang bebas berpendapat tanpa memikirkan perasaan para pembaca. Oleh
karena itu sangatlah penting memupuk cara berbahasa yang baik dan benar sejak
dini.
2.5 Ragam
Bahasa
Ragam bahasa
adalah pembagian bahasa yang ditinjau dari bagaimana cara bahasa itu diutarakan
oleh orang yang melakukan komunikasi. Lamuddin Finoza (2002:3) memaparkan bahwa
ragam bahasa menjadi sangat banyak jumlahnya karena pemilihan corak bahasa yang
dipakai seseorang untuk mengomunikasikan sesuatu bergantung kepada tiga hal
berikut ini:
- Cara
berkomunikasi : lisan atau tulisan
- Cara
pandang penutur terhadap mitra komunikasinya
- Topik
yang dibicarakan/dituluskan
- 1.
Ragam bahasa berdasarkan cara berkomunikasi
Dalam
pembahasan ini yang akan dibahas terlebih dahulu adalah ragam lisan dan ragam
tulisan. Adapun perbedaan antara ragam lisan dan ragam tulisan
adalah sebagai berikut:
- Ragam
lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengarkan apa yang
diucapkan oleh seseorang, sedangkan ragam tulisan tidak selalu memerlukan
lawan bicara.
- Ragam
lisan, unsur-unsur fungsi gramatikal seperti subjek, prediket, objek, dan
keterangan tidak selalu dinyatakan dengan kata sering dinyatakan dengan
gerak tubuh dan mimik muka. Sedangkan ragam tulisan, fungsi gramatikal
harus dinyatakan dengan jelas agar orang membaca suatu tulisan dapat
memahami isinya.
- Ragam
lisan sangat terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Suatu ragam
lisan baru dapat dimengerti jika dia berada atau turut terlibat
didalam situasi, kondisi, ruang dan waktu yang sama Sedangkan ragam
tulisan dapat dimengerti oleh orang lain pada tempat, waktu, kondisi,
ruang dan waktu yang berbeda beda.
- Ragam
lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah, panjang-pendeknya suara.
Sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf
kecil atau huruf tegak dan huruf miring.(Lomudin Finoza, 1993:4)
- Ragam
Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari
ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh Ragam
Dialek adalah ‘Gue udah baca itu buku.’
Contoh Ragam
Terpelajar adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam
Resmi adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam
Tak Resmi adalah ‘Saya sudah baca buku itu.’
- Ragam
Bahasa Indonesia sebagai topik pembicaraan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa
ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam
kedokteran dan ragam sastra.
Ciri-ciri
ragam ilmiah:
- Bahasa
Indonesia ragam baku
- Penggunaan
kalimat efektif
- Menghindari
bentuk bahasa yang bermakna ganda
- Penggunaan
kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan
istilah yang bermakna kias
- Menghindari
penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan
- Adanya
keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.
Contoh ragam
bahasa berdasarkan topik pembicaraan:
- Ragam
Hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
- Ragam
Bisnis : Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.
- Ragam
Sastra : Cerita itu menggunakan unsur flashback.
- Ragam
Kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.
- Ragam
Psokologis : Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif.
BAB III
KESIMPULAN
Dengan demikian perlu dapat ditarik kesimpulan
bahwa Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi
(dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang
dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan
dan pikiran. Sedangkan dari makna Bahasa itu terdapat macam dan ragam bahasa
yang telah dijelaskan di atas.
Bahasa selain sebagai bahasa negara, bahasa juga
memiliki sebuah tujuan dari pembelajaran bahasa. Banyak orang yang belajar
bahasa dengan berbagai tujuan yang berbeda. Ada yang belajar hanya untuk
mengerti, ada yang belajar untuk memahami isi bacaan, ada yang belajar untuk
dapat bercakap-cakap dengan lancar, ada pula yang belajar untuk
gengsi-gengsian, dan ada pula yang belajar dengan berbagai tujuan khusus.
Tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran adalah keterampilan komunikasi
dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya
tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan
berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan
penggunaan.
SARAN
Demi tercapainya persatuan dalam keberagaman yang ada
di Indonesia perlu adanya kesadaran untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam
diri sendiri. Sebagai generasi muda dan salah satu cara untuk mencapainya yaitu
dengan mempelajari bahasa Indonesia secara detail dan mendalam serta menanamkan
rasa kecintaan, kesenangan untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Serta
menerapkanya secara baik dan benar, karena dengan menerapkan Bahasa Indonesia
secara tepat dan benar maka akan mempererat Negara Indonesia dari berbagai
ragam bahasa. Serta Bahasa Indonesia dapat mempersatukan antar sesame bangsa.
Sehingga perlu adanya pemupukan berbahasa yang baik dan benar sejak usia
dini.
DAFTAR PUSTAKA
Finoza,
Lamuddin. 2002.Komposisi Bahasa Indonesia.Cetakan ke-8. Jakarta: Diksi
Insan Mulia.
Keraf,
Gorys. 2004.Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa
Indah.
Arifin, E.
Zaenal dan Tasai S. Amran.2009Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan
Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
Wibowo,
Wahyu.2001.Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia.