DATE AND MONTH
Koridor sekolah yang gelap tampak sepi
belum terlihat siswa yang lalu lalang. Pagi itu terasa tak terlihat seperti
biasany, hujan membuat suasana kelas hening tanpa suara gaduh dari anak-anak
yang sibuk menyalin tugas. Ini adalah hari dimana seluruh tugas Biologi harus
dikumpulkan, akan adanya ulangan Matematika dan presentasi tentang pembuatan
majalah, dan ini tersasa berat karena
harus dikerjakan dalam satu waktu.
Jarum
jam menunjukan pukul 07:00 itu tandanya dimana seorang guru dengan buku-buku
ditangan kanannya akan siap digunakan untuk pelajaran. Bu Lastri merupakan guru Kimia yang siap mengajarkan dengan rinci dan dijamin tak ada yang bersuara
saat pelajaran berlangsung, kecuali kalau ditanya baru dijawab. Bel istirahat
telah berbunyi itu tandanya pelajaran telah selesai dan siswa akan meneyerbu
kantin dengan gerak cepat. “ Woyy…diem
aja lo, kenapa si ?kantin yuk laper nih gue pengin makan.” tanya Sarah “ Gue si mau makan asal lo yang bayarin gue ya hahaha..” jawab Reva “ Iya udah gue bayarin tapi besok lo
juga harus traktir gue juga ya hehe…” “
Itu si namanya gue bayar sendiri, udah lah ayukk ke kantin nanti gue bayar
sendiri aja eh.” jawab Reva .
Mereka
berdua pergi menuju kantin, Sarah yang memesan roti bakar dan susu cokelat dan
Reva hanya memesan es teh manis. “ Katanya mau makan kok cuma minum es teh aja
si Re” tanya Sarah “ Iya cuma lagi pengin minum aja enggak pengin
makan” jawab Reva. Ketika mereka sedang bercanda tiba-tiba ponsel Reva bergetar
dan itu adalah notif dimana 3 hari lagi dia akan berulang tahun untuk yang
ke-17. Reva terdiam saat melihat ponsel
yang masih ia gengam “ Dari siapa si, kok muka lo langsung berubah gitu” tanya
Sarah “ Ohh bukan dari siapa-siapa tadi cuma alarm yang lupa gue matiin hehe..”
jawab Reva “ Gila lo ya alarm kok jam 10 pagi, sadar lo kan anak cewek masa bangun
siang amat nanti rejeki lo dipatok ayam tuh hahah..” kata Sarah “ Kenapa jadi ngomong gitu si engga nayambung
deh, udah yuk ke kelas bentar lagi masuk tahu” jawab Reva dengan meninggalkan
Sarah .
Menjelang
malam hari Reva kembali melihat ponselnya dan membuka memo tentang 3 hari lagi
dia akan bertambah dewasa, sudah 17 tahun dia hidup di bumi dan dia masih
penasaran dengan siapa yang memiliki tanggal lahir yang sama dengan dirinya.
Selama dia bersekolah dasar, SMP hingga SMA dia belum pernah menemukan
seseorang yang meiliki tanggal lahir yang sama dengan dirinya.
Terkadang dia bercanda pada dirinya sendiri,
kalau dia bertemu dengan seseorang yang
memiliki tanggal lahir yang sama maka
Reva akan jadikan sahabatnya kalau dia perempua tapi kalau dia laki-laki maka dia
jadikan pendampingnya kelak, itu kalau mau kalau tidak mau juga tidak apa-apa hehehe… Tapi
Reva tak pernah berharap lebih tentang itu karena dia akan tetap bersyukur jika
Tuhan hanya mengijinkan hanya sebatas
teman.
Malam semakin larut dia segera
merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang empuk karena besok dia harus menyiapkan fisik yang
kuat untuk melaksanakan bimbingan belajar
mapel UN yang sudah mulai harus
dipersiapkan. Saat matahari mulai menampakan sinarnya Reva belum terbangun dari
tidurnya “ Reva bangun sayang ini udah
siang nanti kamu telat” kata Bunda “ Iya Bunda ini juga udah bangun kok” jawab
Reva “ Iya sudah Bunda tunggu kamu di ruang makan iya sayang”
“ Iya Bunda …” jawab Reva .
Dengan gerak cepat Reva selalu
berangkat lebih awal dari ayah dan kakanya
yang bekerja. Saat di sekolah ada sesuatu yang aneh dengan Sarah teman sebangkunya yang mendadak diam seribu bahasa dan menjengkelkan, lebih dari itu Reva dibuat
emosi oleh Boim dan Bimbim yang tanpa sengaja atau tidak dan
menumpahkan jus jambu ke tubuhnya dan
tentu saja itu membuat baju osis yang ia kenakan basah dan kotor. “ Boimm.. Bimbimm..
tanggung jawab gak lo” Reva berteriak memanggil mereka berdua “ Ehh.. tanggung
jawab soal apaan nihh gue juga gak ngapa- ngapain lo Reva ..” jawab Boim tanpa rasa
bersalah “ Ehh.. enak aja, liat dong nihh baju gue basah sama kotor, emm bau
lagi nihh” jawab Reva dengan nada kesal , “ Iya udah gue minta maaf sama lo
Reva nanti gue janji deh gak bakal kaya gini lagi, ini cuma sekali aja beneran
deh hehehe..Boim sama Bimbim ciusss deh oke hehe..” jawab Bimbim
“ Tau deh sebel gue sama loe berdua” jawab Reva .
Dari
bel istirahat pertama hingga ke tiga Reva hanya duduk di kelas dan tanpa
adanya pertanyaan dari Sarah sama
sekali. Reva pulang sendiri dengan menaiki
angkutan umum , sampai di rumah dia merasa aneh dengan keadaan rumahnya
yang terlihat sepi dan gelap seperti tak berpenghunni . “ Bun.. bunda.. Reva
pulang nihh, ehh kok sepi amat nihh rumah kaya rumah kosong, apa jangan-jangan
Bunda pindah rumah ya.. aduhh Bunda.. bundaa..”
kata Reva sambil menyalakan senter yang ada di ponselnya.
Tanpa Reva sadari bahwa temaan-teman
sekelasnya ada dirumahnya dan membuat kejutan untuk Reva,termasuk Sarah dan
ternyata Bunda lah yang telah merencanakan semuanya . “ Ya ampun kalian ngapain
si kesini bikin kaget aja deh, ini juga
Bunda pasti ini ide Bunda ya, nyebelinn deh aku
di sekolah tadi gak ada temen tau” kata Reva , “ Iya sayang selamat
ulang tahun anak Bunda yang paling cantik Reva Meliana Putri” kata Bunda sambil memeluk Reva.Akhirnya teman –teman
Reva melanjutkan bakar-bakar yang tealh diasiapkan bersama.
Reva tidak menyangka bahwa
teman-temannya akan membuat kejutan untuk dirinya ,dan ternyata Sarah , Boim ,
dan Bimbim sengaja membuat Reva kesal.
****
Menjelang
akhir SMA Reva dan Sarah ingin melanjutkan pendidikannya di Bandung. Saat pengumuman
kelulusan berlangsung Reva tak menyangka bahwa dirinya memperoleh nilai
teringgi dan dia mendapatkan peringkat satu . “ Rev selamat ya lo dapet
peringkat satu dan juga jadi siswa
peraih UN terbaik tahun ini , gue bangga jadi sahabat lo deh hehehe…” kata
Sarah “ Iya makasih banyak, gue juga seneng punya sahabat kaya lo Sa, lo juga
harus tinggaktin lagi jangan cuma makan
aja yang dipikirin lo juga harus hehe..” jawab Reva, “ Yaelahh makan kan
kebutuhan tau”, “ Heheh.. iya Sarah Winata Kusuma “ kata Reva sambil memeluk Sarah..
Setelah dinyatakan lulus dari SMA
PELITA Reva dan Sarah akhirnya melanjutkan
ke perguruan tinggi.Disana Reva memulai mencari daftar nama anak laki-laki dan
anak perempuan yang memiliki tanggal lahir yang sama dengan dirinya. Reva pergi
ke ruang kurikulum untuk mencari daftar nama dan tanggal lahir,Reva berjalan
sendiri menuju ruang kurukulum dan tanpa dia sadari Reva menabrak seorang
laki-laki dan menjatuhkan ponsel milik laki-laki tersebut. “ Ehh.. aku minta
maaf iya tadi aku enggak sengaja
beneran,maaf iya” kata Reva dengan gugup “ Makanya kalo jalan itu litanya
kedepan jangan ke hp jadi enggak nabrak ,tapi sayang nihh..hp aku jadi rusak
deh” jawab laki-laki itu “ Iya iya..kan aku juga udah minta maaf kali,besok aku
ganti rugi deh janji” kata Reva, “ besok aku tunggu ganti ruginya oke..” kata
dia dengan meninggalkan Reva sendiri.
Setelah Reva mencari-cari daftar nama anak dan tanggal lahir akhirnya dia menemukannya
dia seorang laki-laki ,dia bernama Raffa Samudera Wilson, Reva dibuat penasaran
dengan sosoknya .
Reva
bertemu dengan Wika, dia merupakan teman Sarah
“ Reva.. tadi dicariin sama Sarah dia katanya dia nunggu kamu di kantin
sekarang ,kamu suruh nyusul kesana” kata Wika “ Ohh.. iya oke makasih iya
Wik,” jawba Reva,dengan berjalan menuju kantin. Reva mendekati Sarah “
Sa ada apa si tuben banget lo cariin gue kenapa si ,ada yang mau lo omongin iya
heheh.” Kata Reva sambil mengambil
kentang goring milik Sarah “ Main ambil aja lo ini kentang huu..” kata Sarah “ Iya deh gue
minta maaf hehhe..” “ Gimana udah nemu
sama anak yang tanggal lahirnya sama kayak
lo Re.”kata Sarah “ Udah dong masa kampus segede gini gak ada yang
tanggal lahirnya sama kayak gue si hehe. ”
“ Iya kali aja belum nemu heheh nanti gue cariin di luar negeri “ kata
Sarah “ Emang lo mau kesana ,ehh dia tuh namanya Raffa Sanudera Wilson dari namanya aja keren semoga aja orangnya
juga keren heheh” ,” Ngarep amat jadi orang hahha” jawab Sarah, mereka pergi meninggalkan kantin yang sudah
mulai sepi dari anak-anak .
Bari yang sedang berdiri sendiri di
depan pintu diahmpiri oleh Reva ,dia mulai menayakan soal Raffa apakah dia tahu tentang dia atau
tidak,dan ternyata Bari mengenalnya dan dia menunjukan kelasnya . Tanpa
lama-lama Reva meunju kelas yang ditunjukan tetapi tanpa di duga dia bertemu
dengan lelaki yang kemain dia menabraknya
,” Ehh.. hehe kamu mau ganti rugi iya ke saya sampai-sampai nunggu saya
di depan kelas saya heheh” kata lelaki itu “Enggak enak aja aku lagi nunggu
Raffa tau aku mau ketemu dia ,ganti ruginya besok aja iya ini lagi sibuk” jawab
Reva “ Iya udah kalo enggak mau ganti rugi aku anterin kamu pulang iya hehe” “
Aku mau pulang bareng Raffa gak sama kamu” “ Kenapa gitu kan aku Raffa ,masa
gak mau pulang bareng anak kampus aja ngiri lagi kalo kamu pulang bareng aku
gini hehe” kata dia sambil menunjukan kartu namanya dan ternyata betul dia
adalah Raffa yang dia cari.
SatuMinggukemudian..
Reva menceritakan semua
kejadian saat dia bertemu dengan Raffa kepada Sarah , mulai dari Raffa minta
ganti rugi 20 jt dan hingga akhirnya Reva diantarkan oleh Raffa . Semua
berjalan dengan mulus mereka berdua semakin dekat dan banyak yang menggapa
bahwa mereka berpacaran tapi kenyataanya tidak . Mereka salalu menghabiskan waktu bersama-sama
dan selalau bercanda bersama, hampir satu semester mereka lalui bersama hingga
tiba saatnya hari ulang tahun mereka yang sama.
Pastinya mereka berdua akan merayakan ulang
tahun yang pertama untuk bersama-sama,dan mungkin ini adalh hal yang tak pernah
dilupakan oleh Reva Meliana Putri.
Hingga tiba saatnya ulang tahun Reva dan
Raffa , telah banyak rincian yang akan segera mereka lakukan saat ulang tahun
tiba. Raffa menjemput Reva di rumahnya dan Reva keluar dengan gaun yang sangat
angun dan tentunya dia sanggat cantik,mereka berdua memasuki mobil dan mulai
pergi menuju rumah Raffa. Disana telah
dihadiri oleh kerabat dan teman-teman mereka berdua, menjelang malam acara
hampir selesai itu tandanya Reva harus segera pulang yang diantarkan oleh
Raffa.
Di dalam mobil Raffa berbicara “ Rev,
selamat ulang tahun iya aku harap kamu bakal jadi orang yang sukses dan kamu
bakal jadi orang yang terkenal suatu
saat nanti, maaf kalo selama ini kau belum berani bilang tentang perasaan aku
ke kamu ya Re, jujur ini butuh waktu “ kata Raffa “ iya selamt ulang tahun juga
, aku seneng banget bisa ketemu sama kamu akhirnya kita bisa ngerayainn ini
sama-sama, enggak perlu bilang gitu aku sahabatan sama kamu aja aku udah seneng
banget tau hehe ..” jawab Reva. Tak ada lagi percakapan di mobil saat itu
hingga menuju rumah Reva.
Pagi itu di kampus mengadakan audisi untuk
perlombaan menyanyi solo Raffa membawa brosur ke Reva dan menyarankan untuk
mengikuti audisi terbebut . “ Rev ikut audisi ini iya kan kamu punya bakat
menyanyi tau “ kata Raffa “ Enggak mau deh kamu aja sana .. aku enggak pede
malu juga hehe..” “ Kok gitu si, udah gak apa-apa nanti kita latihan bareng iya
oke”jawab Raffa. Akhirnya Raffa
mendaftarkan Reva untuk mengikuti audisi tersebut.
Tiba saatnya perlombaan dimulai Reva yang
lolos dari audisi hingga babak final merasa tegang untuk menunggu hasil
pengumuman yang akan diabacakan oleh
juri. Dengan senang dan bangga Reva yang di damping oleh Raffa mendapatkan
juara dan itu tak pernah terfikirkan
oleh mereka berdua. Raffa pernah bilang kepada Reva jika seseorang punya
kemampuan dalam bidang apapun itu kembangkan dengan penuh semangat dan percaya
diri dan yang terpenting adalah kita jujur pada kemampuan kita dan jujur bahwa
itu adalah karya kita tanpa meniru orang lain,meniru lah hal yang baik untuk
dijadika motivasi bagi mita untuk selalu berkarya. Hingga tiba saatnya Raffa dan Reva melanjutkan pendidikannya ke luar
negeri untuk gelar S2. Raffa akhirnya memepersunting Reva setelah lulus dari
S2.
Penulis :
NAMA : TRIYA DAMAYANTI
KELAS
:
XII-IPS-1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar