Perantauan Hidup Manusia
A. IDENTITAS BUKU
Judul Buku
: Rantau 1 Muara
Pengarang
: A. Fuadi
Penerbit
: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit
: Juli 2013 (cetakan 4)
Tebal
: 407 dan ix halaman
B. SINOPSIS
Alif lulus dari Universitas Padjajaran Bandung
dengan nilai yang sangat memuaskan. Tentu ia yakin perusahaan akan berlomba
mendapatkannya. Namun, ia diwisuda di waktu yang kurang tepat. Pada saat itu di
akhir tahun 90-an Indonesia mengalami krisis moneter sehingga ia kesulitan
mencari pekerjaan. Berkali-kali ia mengirim lamaran pekerjaan, namun hasilnya
nihil. Ia mengalami kegaluan yang sangat hebat. Di sisi lain ia juga harus
membiayai amak dan adik-adiknya. Sebuah harapan muncul ketika Alif diterima
menjadi wartawan di sebuah perusahaan majalah terkenal di Jakarta. Di sana, ia
bertemu dengan seorang gadis yang dulu pernah dia curigai. Gadis itu bernama
Dinara yang ternyata adalah temannya Raisa. Lambat laun hatinya tertarik pada
Dinara. Dari Jakarta, terbuka cakrawala baru. Alif meraih beasiswa ke
Washington DC, dia kuliah sambil menjual tiket. Di sana ia bertemu dengan
Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika.
Dia sangat menyayangi Alif layaknya adiknya sendiri. Cerita-ceritanya sangat
menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang calon
istrinya. Dan di situ akhirnya Alif mulai berfikiran untuk melamar gadis pujaan
hatinya, Dinara. Proses pendekatan kepada papanya Dinara, itu yang paling
sulit. Karena awalnya papanya Dinara tidak merestui hubungan mereka. Namun Alif
tak pernah menyerah, ia terus berusaha menarik hait papanya hingga pada
akhirnya merestuinya. Dengan penuh semangat, Alif terbang dari Amerika menuju
Indonesia. Hal yang paling dinantikannya akhirnya tiba juga. Ia menikah dengan
Dinara. Usai pernikahan, mereka terbang lagi ke Amerika. Dinara menjadi
wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kuliah Alif
menyusul Dinara. Mereka hidup bahagia, gaji yang besar membuat mereka mudah
melakukan aapun di Amerika. Pun cita-citanya untuk membantu Amak dan
adik-adiknya di kampong tercapai juga. Mereka juga mampu menjadi wartawan yang
berprestasi dan teladan di majalah tersebut. Sampai terjadi peristiwa 11
September yang menggoyahkan jiwanya. Garuda yang sudah ia anggap sebagai kakak
sendiri menjadi korban peristiwa tersebut. Alif dipaksa memikirkan ulang misi hidupnya.
Dengan mantra ke tiga “man saara ala darbi washala” (siapa yang berjalan di
jalannya akan sampai pada tujuan) menuntun perjalanan pencarian misi hidup
Alif. Hingga ia akhirnya memutuskan untuk menetap di Indonesia selamanya. Ia
diterima di perusahaan majalah di Jakarta kembali dengan gaji yang sama dengan
Amerika.
C. KEPENGARANGAN
Ahmad Fuadi lahir di
Bayur, kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972. Fuadi merantau ke
Jawa, mematuhi perintah ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern
Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan
ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang mengajarkan kepadanya “mantra”
sederhana yang sangat kuat, man jadda wajada, siapa yang
bersungguh-sungguh akan berhasil.
Lulus kuliah Hubungan
Internasional, UNPAD, dia menjadi wartawan majalah Tempo tahun 1999, dia
mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S-2 di School of Media and Public
Affairs, George Washington Univesity, USA. Merantau ke Washington DC bersama
Yayi, istrinya adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan.Sambil kuliah
mereka menjadi koresponden Tempo dan wartawan Voice Of Amerika (VOA). Berita
bersejarah seperti tragedi 11 September dilaporkan mereka berdua langsung dari
Pentagon, White House, dan Capitol Hill.
Menjadi seorang scholarship
hunter, hungga jinni Fuadi telah mendapatkan Sembilan beasiswa untuk
belajar di luar negeri. Tahun 2004, dia mendapatkan beasiswa Chevening Award
untuk belajar di Royal Holloway, University of London. Dia telah mendapat kesempatan
tinggal dan belajar di Kanada, Sinfapura, Amerika Serikat, Itali, dan Inggris.
Negeri 5 Menara telah
diangkat ke layar lebar tahun 2011 dan buku ini mendapatkan penghargaan :
Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010 dan Penulis & Buku Fiksi Terfavorit
2010 versi Anugerah Pembaca Indonesia. Pada 2011, Fuadi dianugerahi Liputan 6
Award, SCTV untuk kategori Motivasi dan Pendidikan, Penulis Terbaik IKAPI dan
Juara 1 Karya Fiksi Terbaik Perpusnas. Tahun 2012, Fuadi terpilih sebagai
resident di Bellagio Center, Itali dan tahun 2013 mendapat penghargaan dari
DJKHI Kemenkumham untuk kategori Karya Cipta Novel.
Fuadi telah diundang
jadi pembicara di berbagai acara internasional seperti Frankfrut Book Fair,
Ubud Writers Festival, Singapore Writers Festival, Salihara Literary Biennale,
Makassar Writers Festival, serta Byron Bay Writers Festival di Australia.
Penyuka fotografi ini
pernah menjadi Direktur Komunikasi The Nature Conservancy, sebuah NGO
konservasi internasional. Kini Fuadi sibuk menulis, menjadi public speaker,
serta membangun yayasan social untuk membantu pendidikan anak usia diani yang
kurang mampu-Komunitas Menara.
Selain itu, Fuadi
juga telah menulis beberapa buku yang telah diterbitkan, diantaranya :
1. Negeri 5 Menara
2. Ranah 3 Warna
3. Rantau 1 Muara
4. The Land of Five Towers (Negeri 5 Menara
English Edition)
D. ULASAN
Kelebihan Buku :
-
Adanya
bait-bait syair yang menginspirasi pembaca di awal dan akhir buku.
-
Kofer
tebal dan menarik, karena dibalik kover ada denah beberapa tempat di Amerika
Serikat.
-
Alur cerita
yang mudah dipahami.
-
Menceritakan
kisah nyata.
Kekurangan Buku :
-
Karakter
tokoh ada yang kurang logis. Contohnya “Mas Garuda”
-
Terlalu
banyak judul. Ada 46 judul sekaligus membuat kesan awal pembaca mudah bosan.
-
Adanya
kata yang kurang diperjelas maksudnya. Seperti pada halaman 383.
-
Kualitas
kertas kurang baik.
E. REKOMENDASI
Novel ini baik dibaca oleh para pemuda karena
dapat menginspirasi pembaca untuk bisa berjuang memperoleh cita-citanya, tidak
mudah putus asa dalam segala keadaan dan tentunya kita hidup karena Allah
sehingga kita suatu saat akan kembali kepada satu asal yaitu Dzat-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar